Rendang

Saya bukan orang padang tapi berhubung bersuamikan orang keturunan Padang dan menurut tante-tantenya saya sebaiknya bisa memasak masakan padang jadilah saya sempat di training membuat beberapa resep masakan padang saat baru menikah, diantaranya yang konon harus bisa ya Rendang Padang. Pada praktiknya selama hampir sepuluh tahun menikah, bisa di hitung dengan jari saya mempraktikkan masak Rendang Padang, alasannya efortnya terlalu besar, untuk 1 kg daging harus di aduk dengan selang waktu beberapa menit selama kurang lebih 2 jam. Hadeuuh….tapi demi membahagiakan suami ,  anak – anak sekalian update blog heuheu akhirnya saya praktik ….

 

Continue reading “Rendang”

Nastar Keju No Oven

Sebenarnya trauma bikin nastar karena pernah bikin adonannya ga bisa dibentuk. Tiap kali di bentuk bulat pecah atau retak-retak. Nanas jadi belepotan keluar-luar.

Tapi nastar itu kuker Pak suami dan hanya kuker nastar yang mau dia makan, yang lain cumam icip-icip. Si sulung juga suka dan mulailah merengek-rengek minta kue yang dalamnya nanas. Maju mundur cantik mau bikin.

“Mamanya capek, Ka.”

“Ya udah kalau mama capek tulisin aja resepnya nanti Kaka yang bikin. Tinggal campur-campurkan?”

Hadeuh kayak bisa aja.

Continue reading “Nastar Keju No Oven”

Dendeng Balado Basah

Dendeng balado basah, salah satu masakan padang favorit saya karena cara memasaknya lebih singkat daripada rendang. Masakan ini memang kalah pamor sama rendang tapi soal rasa tidak kalah enak.

Saya belajar memasak dendeng balado basah dari tantenya Pak suami yang memang menguasai hampir semua resep masakan padang dan pernah membuka rumah makan padang. Menurutnya harus ada penerus dalam keluarga yang bisa memasak dan mewarisi resep keluarga. Tidak hanya saya yang diajari, semua menantu dan keponakannya juga.

Continue reading “Dendeng Balado Basah”

Resep Kue Keju

Kue keju atau kaastengel. Tahun kedua lebaran bikin kuker sendiri, bikinnya pun nggak banyak hanya satu dua macam, selebihnya ngambil dari rumah Ibu pas mudik hahaha.

Sebenarnya tidak harus nunggu lebaran untuk bikin kuker dan lebaran tidak harus bikin kuker. Jadi kenapa lebaran saya bikin kuker?

Continue reading “Resep Kue Keju”

Soto Ayam Kuning

Hampir semua masakan Ibu saya suka dan karena saya terbiasa makan makanan Ibu termasuk saat kuliah (bekal maksi dari rumah biar hemat, kampus saya jauh pula dari rumah, di Jatinangor), pilih-pilih kalau jajan di kaki lima. Bukan gengsi tapi karena tidak terbiasa, jadi harus milih yang air cucian piringnya dari keran, ga terlalu gurih msg, lapnya bersih begitu juga abang penjualnya. Banyak amat ya katagorinya hahaha. Jadi awal-awal nikah sempat Pak suami keki karena istrinya ini tidak suka diajak makan di kaki lima jika tidak memenuhi syarat di atas. Karena cucian piring pedagang kaki lima biasanya dari ember, saya nolak makan kecuali dibungkus, repot amat ya. Ya lebih baik mahal dikitlah jajan di ruko atau kios karena cucian piringnya dari keran.

Continue reading “Soto Ayam Kuning”

Udang Bumbu Cabe

Udang itu memang dasarnya enak, dimasak apapun tetap enak tapi udang yang segar ya. Sebaliknya kalau tidak segar dimasak seperti apapun rasanya kurang sedap, kurang gurih dan bau amis, pengalaman beberapa kali beli udang tidak segar karena tidak bisa bedain. Setelah berkali-kali salah barulah bisa bedain. Maklum sebelum nikah paling ga suka bantu – bantu di dapur.

Continue reading “Udang Bumbu Cabe”

Soto Bandung

Soto, salah satu kuliner khas Indonesia. Beberapa daerah punya resep soto berbeda. Soto makasar, soto bandung, soto kuning bogor, soto ayam, soto madura dst.

Dan dari setiap daerah yang memiliki resep soto pasti berbeda cita rasanya. Contohnya seperti soto bandung ini, khas dengan kuahnya yang bening, lobak dan kacang kedelai goreng. Tapi karena saya tidak suka kacang kedelai saya tidak memakainya.

Continue reading “Soto Bandung”

Ikan Bumbu Pecak

Ada yang pernah dengar bumbu pecak? Saya baru tahu resep ini setelah pindah ke Tangsel. Kalau teman-teman ke BSD dan  lewat jalan puspitek nanti teman-teman akan masuk jalan Pahlawan Seribu, nah di jalan ini berderet aneka kuliner, termasuk bebek Kaliyo yang ngehits dan Sop Janda. Ada salah satu rumah makan khas Betawi di sana, di depannya terpampang spanduk Ikan Gabus Pucung dan Pecak Gurame. Karena penasaran seperti apa sih kuliner betawi kami mampir ke sini tapi tidak pesan ikan pecak melainkan ikan gabus pucung. Tuntas rasa penasaran saya dan sepakat dengan pak suami, lidah kami kurang cocok dengan olahan Ikan Gabus Pucung betawi hahahah.

Continue reading “Ikan Bumbu Pecak”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑